Nurasto.com Website

My digital scrapbook

Kohana 3 HMVC Framework

on under Uncategorized • 4 Comments

Sudah berkali – kali saya ditanya mengapa tidak menggunakan Code Igniter? banyak alasan kenapa saya menggunakan Kohana sebagai framework php. Saya membicarakan Kohana 3 dan versi selanjutnya, bukan versi 2. Kohana 2 memang mirip dengan Code Igniter dan memang sangat menyolok persamaannya. Untuk artikel ini setiap saya mengatakan Kohana, yang saya maksud adalah Kohana 3.x.

Percaya atau tidak saya memahami bagaimana MVC bekerja berawal dari menggunakan Kohana yang minim dokumentasi karena saya dipaksa untuk memahami alur perjalanan kode Kohana. Dokumentasi pada versi 3 sudah membaik dan secara otomatis Kohana membangun API reference yang digenerasikan oleh suatu modul yang dinamakan User Guide modules.

Secara teknis saya memilih kohana 3 karena:

PHP 5

Masih ingat mega proyek gophp5.org? saya sudah melupakan PHP 4 sejak tahun 2007 akhir. Semua hoster sekarang sudah mendukung PHP 5.

Mendukung template

Untuk membangun aplikasi web template sangat membantu dalam penggunaan secara berulang – ulang pada Controller, DRY (Don’t repeat yourself), walaupun saya tahu persis bahwa View seharusnya kelas dan bukan template. Hal ini masih menjadi perdebatan.

OOP dan Desain Pattern

Konsep Object Oriented Programming; enkapsulasi, pewarisan dan polymorpishm yang digunakan dan sangat kental pada Kohana. Jika ada kendala pun itu karena keterbatasan fitur pada PHP 5.

Dalam membuat aplikasi kita dipaksa untuk tidak melakukan perubahan pada kelas – kelas inti dari Kohana yang terletak pada folder system melainkan dengan menurunkan kelas – kelas dan kita pun dapat melakukan overload ataupun override tanpa harus mengubah inti kohana yang terus mengalami peningkatan.

Jika kita ingin anti pattern, kohana pun bisa melayaninya. Punya pustaka dari pihak ketiga? kohana tidak masalah karena bisa terintegrasi dengan mudah.

ORM

Object Relationship Model menjadi modules yang banyak digunakan. Kohana mengenerasikan SQL query yang baik selama kita menggunakannya dengan benar. Untuk membangun prototipe, ORM sangat membantu dalam pembangunan prototipe.

Kelemahan dari Kohana seperti perfoma yang pelan tidaklah 100% benar. Pada dasarnya trik seperti reference yang terjadi pada PHP4 dengan menggunakan simbol & sudah tidak lagi berlaku pada inisiasi obyek pada PHP5.

Pada intinya semua kembali pada kebutuhan masing – masing dan preferensi individu. Komunitas CI lebih besar dari Kohana dan saya mengakui bahwa developer yang menggunakan Kohana adalah minoritas. Untuk itu saya mencoba untuk membahas Kohana secara pengkodean pada kesempatan lain.

  • Pingback: Belajar Framework Kohana Bagian 1 | Dityo Nurasto()

  • mas ais (@mas_ais)

    klo dibandingkan dengan cakePHP gmn gan???

    • Tujuan dua framework itu beda sih, mas. Kohana karena sifatnya bare bone maka menyerahkan semuanya ke developer, memang secara resmi tidak ada code generator Mungkin pandanan untuk perbandingan dengan CakePHP adalah Yii Framework 🙂

  • eed

    ada contoh simpel web menggunakan kohana ga mas buat belajar thx