Nurasto.com Website

My digital scrapbook

Belajar Framework PHP : Kohana Bagian 1

on under Software and Web DevelopmentBe the first to comment

Saya kemarin menulis bahwa akan membahas mengenai pengkodean dalam Framework PHP Kohana. Pada tulisan tersebut saya membahas kulit dari Kohana secara konseptual sekarang kita masuk bagian sedikit teknis.

Kita perlu mendownload Kohana 3.2.x sebelum kita mulai proses pembelajaran mengenai Kohana, setelah mendownload silahkan mengekstrak Kohana pada direktori htdocs pada XAMPP dan rename menjadi kohana karena direktorinya seperti kohana-3.2-master-1.

Saya menggunakan Kohana 3.2.0 karena alasan kemuktahiran Kohana karena versi sebelumnya cara pengkodeannya cukup berbeda. Sebelum kita masuk ke bagian coding (yang akan dimulai dari Bagian 2), kita perlu memahami struktur direktori Kohana secara garis besar.

Berikut ini adalah direktori yang terdapat pada Kohana PHP Framework

  • application
    • cache
    • classes
      • controller
      • model
    • config
    • i18n
    • logs
    • messages
    • views
  • modules
    • staticpage
      • classes
      • controller
      • views
        • page
  • system

Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan struktur direktori di atas, kita perlu mengetahui bahwa Kohana memiliki cascading filesystem. Jadi, setiap file akan ditentukan prioritasnya dari direktorinya. Jika kita melihat pada struktur di atas, maka application mendapatkan prioritas utama kemudian dilanjutkan ke modules dan terakhir system.

Secara pintar Kohana memilih file – file berdasarkan prioritasnya dan menggabungkannya menjadi suatu sistem yang bekerja dengan baik. Hal ini berlaku untuk prinsip pewarisan sehingga kita bisa melakukan overiding terhadap file – file yang termasuk pada prioritas rendah. Sesederhana itu prinsipnya dan sekarang kita bahas satu per satu direktori yang ada tadi.

System merupakan core dari Kohana dan akan selalu terupdate setiap saat. Kita sebagai programmer Kohana, haram hukumnya untuk mengubah kode di dalam direktori system dan kita mesti memanfaatkan fitur cascading file system sebaik – baiknya. Pada kenyataannya file – file system ini berubah drastis antara versi 3.0 – 3.1 dengan versi 3.2. Developer Kohana ada yang shock dengan perubahan yang cukup signifikan, saya termasuk.

Application merupakan tempat pengembangan aplikasi kita di dalamnya akan terletak berbagai macam direktori yang berhubungan dengan aplikasi termasuk cache dan log. Classes adalah tempat di mana kita bisa melakukan overriding terhadap class yang berasal dari core system dan juga tempat untuk meletakkan Controller serta Model. Views untuk meletakkan view yang akan dipanggil pada Controller.

Modules merupakan tempat untuk meletakkan kode – kode kita yang bisa kita pakai ulang diaplikasi lain, contohnya module web Email Form yang akan dipakai diberbagai website atau  module halaman statis. Kita tidak dipaksa untuk menggunakan Modules, atau bisa dikatakan Fat Modules Thin Application. Kohana memberi ruang kepada programmer untuk berkreatifitas sesuai dengan selera dan cara pandang masing – masing dari segi coding. Sub direktori dari modules sama dengan sub direktori Application kecuali logs dan cache.

Secara garis besar seperti di atas, untuk struktur direktori lengkap bisa lihat pada direktori Kohana yang kita ekstrak tadi. Untuk lebih jelasnya bisa melihat dokumentasi Kohana mengenai file systemnya.

Bagian selanjutnya : Penerapan MVC di Kohana