Nurasto.com Website

My digital scrapbook

Pengalaman membeli apps di Google Playstore

on under ReviewOne Comment

Saya sudah membuat review mengenai handphone Android yang saya gunakan sehari – hari untuk komunikasi dan multimedia dikala suntuk. Samsung sudah menyediakan Samsung Apps tapi saya tidak menyukainya sama sekali. Saya sempat bertemu dengan aplikasi Android Market yang mana tidak beberapa lama kemudian namanya diubah menjadi Google Playstore.

Aplikasi android seperti anda ketahui ada yang berbayar dan ada juga yang gratis. Untuk yang gratis biasanya ada iklan mobile yang ditanamkan didalam program namun karena layar HP saya sangat kecil jadi cukup sulit untuk memainkan permainan atau aplikasi lain. Terus terang, hampir ¼ layar tertutup dengan sempurna alias bikin mangkel. Pemain sejati hp ini adalah anak saya dan suka sekali dengan permainan balita yang menantang seperti puzzle sederhana, karena seringnya ia menekan iklan jadinya di tengah permainan malah perambah yang muncul dan ia pun berteriak lantang memanggil bapaknya untuk kembali ke permainan yang ia mainkan.

Pikir – pikir, saya melihat ruang kartu kredit masih cukup untuk ngebon dulu sama bank, terus dibayar malamnya. Yah, persislah seperti dulu kita makan di warteg bilangnya ngebon dulu bayarnya kalau inget. Karena Android merupakan sistem operasi yang terintegrasi dengan akun google maka untuk membeli hal ini tidaklah sulit, yang sulit adalah mendapatkan kartu kreditnya.

Ketika akan membeli, biasanya pengembang memiliki dua versi yang berbeda yaitu berbayar dan gratis. Ketika ada berbayar maka tombolnya bukanlah download tapi harga dari aplikasi. Kebetulan aplikasi yang saya beli untuk anak saya adalah Baby Explorer yang harganya sekitar $4.94. OK, saya kemudian klik tombol tersebut dan saya diminta untuk membuat akun Google CheckOut dan saya pernah buat tapi kartu kredit saya masukkan dulu sudah habis masa berlakunya jadinya buat baru. Google Checkout mirip dengan paypal tapi lebih sederhana.

Keistimewaan membeli melalui playstore adalah kita diberikan waktu selama 15 menit untuk mencoba dan kita bisa meminta pengembalian uang jika aplikasi tidak cocok atau sesuai dengan apa yang dijelaskan. Saya tidak melakukan hal tersebut karena kebanyakan aplikasi yang saya beli memang yang ada pada daftar TOP Paid karena, biasalah, takut rugi.

Setiap transaksi akan disimpan dan ketika kita download kembali aplikasi tersebut maka kita tidak perlu bayar karena perangkat kita sudah tercatat sebagai pembeli dari aplikasi tadi. Saya belum pernah mencoba mengganti SIM card dengan operator lain kemudian mengunduh kembali aplikasi tersebut, tujuannya untuk mencoba apakah saya harus membeli kembali.

Ada juga aplikasi yang nakal, mereka memasukkan tombol beli di dalam aplikasi dan karena anak saya tidak tahu, main pencat sana sini, tiba – tiba ada kwitansi dari Google Checkout. Waduh, tepok jidat saya. Sayangnya untuk melakukan pembantahan tidak bisa melalui mekanisme 15 menit dan harus menghubungi pengembangnya. Saya lihat kena tagihan satu porsi makan nasi rames di warteg akhirnya saya ikhlaskan sajalah karena permainan itu juga dimainkan dan saya juga programmer jadi tahu bagaimana sulitnya ia membuat mainan tadi dan butuh untuk membayar tagihan listrik rumahnya.

  • pasarjogja.com

    hahaha… tulisan di atas-atasnya ga ngerti-ngerti amat,
    tapi giliran di akhir,
    “karena anak saya tidak tahu, main pencat sana sini, tiba – tiba ada kwitansi dari Google Checkout. Waduh, tepok jidat saya. ”

    hahahaha.. harga mahal untuk belajar ya dik, tuh bapak programmer aja tepok-tepok jidat, gimana yang bukan???

    btw, tulisan menarik dan mudah-mudahan kedepan bisa diimplementasikan

    salam,

    http://pasarjogja.com – “bukan penjual nasi rames di warteg”