Nurasto.com Website

My digital scrapbook

Apa itu Google Panda dan Google Penguin?

on under Internet, Marketing and Business5 Comments

Google Panda dan Google Penguin merupakan julukan/kode untuk alogrithma melakukan filterisasi peringkat hasil pencarian yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hasil pencarian. Kedua penerapan alogritma ini memang jadi momok yang digadang – gadang akan menyulitkan situs untuk muncul pada halaman – halaman awal  hasil pencarian. Dalam artikel kali ini kita akan membahas keduanya dan apa parameter sederhana dari pemuktahiran algoritma mesin pencari Google.

Google Panda

Google Panda, kode ini bukanlah diambil dari binatang asal negeri cina namun diambil dari nama belakang seorang insinyur di Google yaitu Navneet Panda. Di berlakukan pada bulan Februari 2011 dan kemudian diupdate pada bulan April 2012. Google Panda fokus untuk menampilkan hasil pencarian website yang jujur, orisinil, dan tidak terlalu banyak iklan. Website – website yang pertama kali kena dampaknya adalah situs yang berkualitas rendah. Seperti apa sih situs yang berkualitas rendah? contohnya adalah situs seperti blog yang menggunakan autoblog, halaman jualan yang panjangnya setengah mati (squeeze page) atau isi situsnya banyak copy paste dari situs lain.

Google Panda juga memperhatikan hal lain yaitu iklan di suatu website. Jika terlalu banyak iklan, besar kemungkinan posisinya akan turun. Iklan yang terlalu banyak di posisi atas atau dalam istilahnya Above the Fold juga akan mengakibatkan posisi website pada hasil pencarian juga menurun. Google Panda menekankan pada kualitas isi dari suatu website.

Google Penguin

Setahun berikutnya, April 2012, Google Penguin diterapkan dan tujuannya adalah menendang situs – situs yang menggunakan Black Hat SEO seperti cloacking, doorway pages, keywoard stuffing. Wow, makin bingung dengan istilahnya. Saya akan coba jabarkan apa maksud dari isitilah – istilah tersebut.

  1. Cloacking model kerjannya adalah menipu googlebot dengan memberikan konten yang relevan namun ketika pengunjung / orang masuk ke halaman dari website tersebut, isinya malah berbeda dengan apa yang diterima google.
  2. Doorway Pages cara kerjanya adalah suatu halaman situs yang isinya keyword semua kemudian melakukan redirect, bisa juga menempatkan link yang tiada unjungnya dan setiap link berisi backlink ke suatu situs tertentu.
  3. Keyword stuffing adalah mengisi suatu halaman yang penuh keyword, jadi ada suatu kata yang terlalu banyak digunakan dalam suatu artikel dengan tujuan agar kata tersebut menjadi berat / penting.

Sebenarnya banyak sekali teknik lain namun ketiga hal ini bukan termasuk teknik kelas bulu. Duplikasi konten, multidomain ke satu artikel, juga termasuk hitungan juga.

Rumor dan Kesimpulan

Saya masih belum yakin benar bahwa tulisan yang berisi 400 – 700 karakter menjadi salah satu tolak ukur. Jika hal itu diaplikasikan maka situs seperti toko online tidak bisa masuk hitungan karena isi deskripsi jarang yang panjangnnya bukan main. Namun saya masih yakin bahwa kekuatan domain, link back dan bagaimana seseoarang melakukan klik dari hasil pencarian  masih menjadi hal yang penting.

Pada intinya Google Panda dan Penguin akan menampilkan hasil pencarian yang berkualitas, unik, dan juga otentik serta tidak melakukan tindakan optimalisasi yang ilegal. Jadi buatlah senatural mungkin. Jika anda ingin tahu sub bidang apa yang paling berdampak dari update algoritma ini? affiliate marketing dan banyak pihak yang sedang berpikir untuk mencari solusinya. Lucunya, salah satu solusinya adalah membuat situs diskon.