Under categories of
Development
|
Comments
(2)
Pas mengajar mengenai Java ada salah satu perserta mengeluhkan mengenai penggunaan Zend Framework untuk menghilangkan PHP oleh perusahaannya. Saya secara otomatis tertawa, karena ada beberapa pemikiran sesaat yang terlintas :
-
Zend Framework dibangun di atas PHP, tanpa PHP tidak ada Zend Framework
-
Dia mengeluh berarti "it's not going alright" dan bukan suatu metoda yang cocok untuk diterapkan pada perusahaan
-
Zend Framework diimplemtasikan pada lapisan pemograman dan library (pustaka) nya kelewatan banyak
-
Perlu waktu untuk belajar dan harus dimulai dengan proyek pilot (percobaan)
PHP adalah bahasa terkenal mudah, kompleksitas yang ditawarkan oleh Framework menambah keruwetan, tidak ada framework yang mendekati sempurna. Saya mengenal konsep YAGNI (You Aint Gonna Need It), dan kita memang belum perlu Framework yang bloated untuk membangun sistem sederhana, selain itu footprint dari Framework biasanya lebih dari 1 MegaBytes dan belum termasuk logika pemograman yang kita ketik.
Ada baiknya malah kita mengenal OOP (Object Oriented Programming), PHP 5 sudah menyediakan hal tersebut, saya pribadi menyarankan para hardcore PHP programmer untuk memanfaatkan fitur ini.
Jika proyeknya kejar tayang, malah lebih baik untuk mengkostumisasi open-source dan tidak menggunakan Framework. Waktu belajar suatu framework yang banyak memakan waktu akan menghabiskan waktu yang sudah dijadwalkan untuk mengerjakan proyek oleh sang manager proyek.
Intinya, gunakan framework jika perlu ... OOP, MVC, AOP, whatever it is merupakan metodologi untuk membangun program. Kita mengenal best practice dan pergunakan sebaik - baiknya konsep - konsep best practice tersebut.